Sunday, May 13, 2018

Cafe Hits

Don't Be Sad


- Episode 5 -




Biiippp !!.... Biiiiiippp!!!
Biiiiipp !!! ‘
Suara alarm berbunyi dengan keras dari hp Fikry. Ia pun terbangun dari sofa nya, meraih hp yg ada di atas maju, lalu mematikan alarm tersebut.

Fikry memang selalu mensetting alarm setiap harinya pukul 04.00 agar dapat bangun pagi, persiapan, work out, sarapan dan tepat waktu tiba di kantor.
Seorang manajer harus memberikan contoh yg baik bukan?

Tapi pagi ini, rupanya jam sudah menunjukan pukul 06.50 dan alarm sudah berbunyi berkali2 sejak pukul 04.00 tadi. Namun ia tetap saja tidak bangun2.

Tidak biasa Fikry bangun sesiang ini. ia memegang kepalanya
“(argh, masih terasa berat..mungkin karena kurang tidur semalam)” katanya dalam hati.

Fikry melihat ke kanan dan ke kiri. Ia tidak tidur di kamar nya, rupanya semalam ia tertidur di sofa. Kalutnya pikiran dan kenangan yg sebenarnya ingin ia lupakan telah membuatnya terjaga semalaman.

“(Sebaiknya ak tdk masuk hr ini....)”
Kata Fikry dalam hati. Dia lalu mengambil hp dan mengirim WA ke Pak Bastian.

      selamat pagi Pak,
      Sy mohon izin untuk tidak masuk hr ini. Sy ingin istirahat hr ini.
      Terima kasih

Secara tidak sengaja, dia melihat ada notifikasi muncul dari salah satu app medsos nya. Setelah dilihat, ternyata itu notifikasi terkait update status akun Mina.

“(Ohh, nanti malam ya...)”
Katanya dalam hati.

fikry berjalan ke arah beranda, melihat pemandangan pagi ini yg cerah dan awan yg sudah mulai berkumpul dari sebelah utara. Seprtinya akan turun hujan sore nanti, jika dilihat dari arah angin yg membawa awan itu

Apartemen Fikry yg terletak di lantai 10 membuatnya dapat melihat pemandangan yg luas. Tambah lagi, apartemennya menghadap timur, otomatis sinar mentari pagi selalu menghampiri.

“(Pagi yg indah...
...
Semoga ini adalah awal dari segalanya
Awal cerita yg baru...)”
Katanya dalam hati, sambil memandangi indahnya mentari pagi yg sedari tadi menerpa wajahnya dengan sinarnya yg lembut dan hangat.
Sesekali ia menghirup udara pagi yg segar, serasa beban hati dan pikirannya berkurang perlahan.

Melihat indahnya pagi itu, tak sengaja sebuah memori terlintas di pikirannya.

...

—- flashback —-


waktu tidak pernah berjalan mundur,
hari tidak pernah terulang,
Tetapi
Pagi selalu menawarkan cerita yang baru

Di pagi yg cerah itu, Fikry berjalan menelusuri lorong demi lorong yg putih ditemani aroma antiseptik khas Rumah Sakit. Tak lupa, Fikry membawa tentengan sebuah kantong plastik putih berisi buah2 segar, buah tangan khas yg selalu dibawa oleh si penjenguk.

“Suster, ruang cempaka di sebelah mana ya?”
ia menanyakan ruangan vip tempat Mina dirawat inap kepada salah seorang suster berhijab yg ditemuinya di lorong rumah sakit itu.

“Ohh, di sebelah sana mas”
Kata suster sambil mengarahkan tangannya.
“Mas nya lurus saja, mentok belok kanan”

“Ok, makasih mb Sus”
Katanya, lalu bergegas ke arah yg ditunjuk suster tadi.

Di dalam kamar Cempaka, Mina sedang duduk bersandarkan bantal putih di atas tempat tidur dengan seprai putih. Sebuah vas berisi bunga mawar putih yg masih segar terletak di atas meja tepat di samping tempat tidurnya. Di vas itu terdapat kartu putih bertuliskan:

         cepat sembuh ya :))
               -Fikry-

Wajah nya terlihat sedikit pucat dan lemas. ia menggenggam sebuah Smartphone dengan pesan WA yg masih terpampanh di layarnya, bertuliskan :
“Ak otw ya, sayang”
Pesan WA dari fikry pagi itu.

Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu.

Mina : “yaa,,masuk..”
Fikry : “pagiiii matahariku”
Sambil senyum2 layaknha pasangan kekasih yg lagi kasmaran.

Fikry lalu duduk di kursi samping tempat tidur dan menaruh barang bawaanya di atas meja.

“Gimana keadaanmu? Dah baikan?”
Tanya Fikry seraya membelai lembut rambut Mina

“Iyaa, besok atau lusa mungkin sudah boleh pulang.
Jawabnya

“Ini aku bawain buah2an, biar kamu cepat pulih”
Kata Fikry. Buah2an yg ia beli seperti jeruk sunkis, apel, dan anggur.

“Makasih yaa,,,kamu ga usah repot2 bawa buah, liat km datang aja ak udah seneng kok”
Jawabnya sambil tersenyum manis ke arah Fikry.

Fikry : “Biarin, kn kata dokter km hrs banyak makan buah untuk proses pemulihan”

Mina : “tapi...ak ga suka jeruk,,,asem” >.<
Katanya sambil cemberut manja.

Fikry : “lhooo,...ga boleh pilih2 buah. Sini ak suapin, pokoknya km harus makan buah”
Fikry mengambil pisau kecil di samping piring itu, dan memotong jeruk sunkis yg dibawanya.

Fikry : “sini, buka mulutnya....”
Mina : “aaaaa....mmmm
....
Asem ! “
Fikry : “ (tertawa),,,,iyaa namanya juga jeruk”
Jawab fikry sambil menyuapi jeruk dengan perlahan.

Sesekali pandangan Mina tertuju pada pemandangan dari luar RS. Ruang rawat nya yg terletak di lantai 5 itu membuat nya dapat melihat pemandangan sekitar, khususnya di pagi hari, ketika sinar mentari pagi masuk dan menyinari dengan hangat.

Mina : “pagi yg indah...
.... apa ak harus terus seperti ini,,
Ak ingin kembali pulih seperti dulu
....
Bebas melangkahkan kakiku, kemanapun bersamamu..”
Katanya, sambil terus memandangi suasana pagi dari balik jendela kamar rumah sakit

Fikry : “waktu tidak pernah berjalan mundur...
hari tidak pernah terulang...
Tetapi
Pagi,,, selalu menawarkan cerita yang baru.
...
Selalu ada Harapan, Mina
...
Dalam segala hal”
Kata Fikry, sambil menatap mata Mina dengan tatapan yg dalam dan penuh harap. Dia selalu mensupport Mina, dalam kasih dan sayang.

“Terima kasih, Fiik.
Untuk segalanya,,,kau selalu ada untukku”
Jawab Mina yg menatap Fikry dengan penuh harap dan cinta, matanya mulai berbinar2, berlinangan air mata.

Fikry lalu menyanyikan penggalan lirik lagu kesukaan Mina.
“Kekuatan hati,
yang berpegang janji,
Genggamlah tanganku, cinta”

Fikry lalu menggengam erat tangan Mina dengan kedua tangannya, dan meneruskan lagu itu.
“Ku tak akan pergi,
Meninggalkanmu sendiri,
Temani hatimu, cinta”

ia lalu mencium tangan Mina dengan lembut, sambil tersenyum dan berkata
“Dont be sad, yah”



-to be continue-

No comments:

Post a Comment