- Episode 5 -
Biiippp !!.... Biiiiiippp!!!
Biiiiipp !!! ‘
Suara alarm berbunyi dengan keras dari hp Fikry. Ia pun
terbangun dari sofa nya, meraih hp yg ada di atas maju, lalu mematikan alarm
tersebut.
Fikry memang selalu mensetting alarm setiap harinya pukul
04.00 agar dapat bangun pagi, persiapan, work out, sarapan dan tepat waktu tiba
di kantor.
Seorang manajer harus memberikan contoh yg baik bukan?
Tapi pagi ini, rupanya jam sudah menunjukan pukul 06.50 dan
alarm sudah berbunyi berkali2 sejak pukul 04.00 tadi. Namun ia tetap saja tidak
bangun2.
Tidak biasa Fikry bangun sesiang ini. ia memegang kepalanya
“(argh, masih terasa berat..mungkin karena kurang tidur
semalam)” katanya dalam hati.
Fikry melihat ke kanan dan ke kiri. Ia tidak tidur di kamar
nya, rupanya semalam ia tertidur di sofa. Kalutnya pikiran dan kenangan yg
sebenarnya ingin ia lupakan telah membuatnya terjaga semalaman.
“(Sebaiknya ak tdk masuk hr ini....)”
Kata Fikry dalam hati. Dia lalu mengambil hp dan mengirim WA
ke Pak Bastian.
selamat pagi Pak,
Sy mohon izin untuk tidak masuk hr ini. Sy ingin istirahat
hr ini.
Terima kasih
Secara tidak sengaja, dia melihat ada notifikasi muncul dari
salah satu app medsos nya. Setelah dilihat, ternyata itu notifikasi terkait
update status akun Mina.
“(Ohh, nanti malam ya...)”
Katanya dalam hati.
fikry berjalan ke arah beranda, melihat pemandangan pagi ini
yg cerah dan awan yg sudah mulai berkumpul dari sebelah utara. Seprtinya akan
turun hujan sore nanti, jika dilihat dari arah angin yg membawa awan itu
Apartemen Fikry yg terletak di lantai 10 membuatnya dapat
melihat pemandangan yg luas. Tambah lagi, apartemennya menghadap timur,
otomatis sinar mentari pagi selalu menghampiri.
“(Pagi yg indah...
...
Semoga ini adalah awal dari segalanya
Awal cerita yg baru...)”
Katanya dalam hati, sambil memandangi indahnya mentari pagi
yg sedari tadi menerpa wajahnya dengan sinarnya yg lembut dan hangat.
Sesekali ia menghirup udara pagi yg segar, serasa beban hati
dan pikirannya berkurang perlahan.
Melihat indahnya pagi itu, tak sengaja sebuah memori terlintas
di pikirannya.
...
—- flashback —-
waktu tidak pernah berjalan mundur,
hari tidak pernah terulang,
Tetapi
Pagi selalu menawarkan cerita yang baru
Di pagi yg cerah itu, Fikry berjalan menelusuri lorong demi
lorong yg putih ditemani aroma antiseptik khas Rumah Sakit. Tak lupa, Fikry
membawa tentengan sebuah kantong plastik putih berisi buah2 segar, buah tangan
khas yg selalu dibawa oleh si penjenguk.
“Suster, ruang cempaka di sebelah mana ya?”
ia menanyakan ruangan vip tempat Mina dirawat inap kepada
salah seorang suster berhijab yg ditemuinya di lorong rumah sakit itu.
“Ohh, di sebelah sana mas”
Kata suster sambil mengarahkan tangannya.
“Mas nya lurus saja, mentok belok kanan”
“Ok, makasih mb Sus”
Katanya, lalu bergegas ke arah yg ditunjuk suster tadi.
Di dalam kamar Cempaka, Mina sedang duduk bersandarkan
bantal putih di atas tempat tidur dengan seprai putih. Sebuah vas berisi bunga
mawar putih yg masih segar terletak di atas meja tepat di samping tempat
tidurnya. Di vas itu terdapat kartu putih bertuliskan:
cepat sembuh ya :))
-Fikry-
Wajah nya terlihat sedikit pucat dan lemas. ia menggenggam
sebuah Smartphone dengan pesan WA yg masih terpampanh di layarnya, bertuliskan
:
“Ak otw ya, sayang”
Pesan WA dari fikry pagi itu.
Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu.
Mina : “yaa,,masuk..”
Fikry : “pagiiii matahariku”
Sambil senyum2 layaknha pasangan kekasih yg lagi kasmaran.
Fikry lalu duduk di kursi samping tempat tidur dan menaruh
barang bawaanya di atas meja.
“Gimana keadaanmu? Dah baikan?”
Tanya Fikry seraya membelai lembut rambut Mina
“Iyaa, besok atau lusa mungkin sudah boleh pulang.
Jawabnya
“Ini aku bawain buah2an, biar kamu cepat pulih”
Kata Fikry. Buah2an yg ia beli seperti jeruk sunkis, apel,
dan anggur.
“Makasih yaa,,,kamu ga usah repot2 bawa buah, liat km datang
aja ak udah seneng kok”
Jawabnya sambil tersenyum manis ke arah Fikry.
Fikry : “Biarin, kn kata dokter km hrs banyak makan buah
untuk proses pemulihan”
Mina : “tapi...ak ga suka jeruk,,,asem” >.<
Katanya sambil cemberut manja.
Fikry : “lhooo,...ga boleh pilih2 buah. Sini ak suapin,
pokoknya km harus makan buah”
Fikry mengambil pisau kecil di samping piring itu, dan memotong
jeruk sunkis yg dibawanya.
Fikry : “sini, buka mulutnya....”
Mina : “aaaaa....mmmm
....
Asem ! “
Fikry : “ (tertawa),,,,iyaa namanya juga jeruk”
Jawab fikry sambil menyuapi jeruk dengan perlahan.
Sesekali pandangan Mina tertuju pada pemandangan dari luar
RS. Ruang rawat nya yg terletak di lantai 5 itu membuat nya dapat melihat
pemandangan sekitar, khususnya di pagi hari, ketika sinar mentari pagi masuk
dan menyinari dengan hangat.
Mina : “pagi yg indah...
.... apa ak harus terus seperti ini,,
Ak ingin kembali pulih seperti dulu
....
Bebas melangkahkan kakiku, kemanapun bersamamu..”
Katanya, sambil terus memandangi suasana pagi dari balik
jendela kamar rumah sakit
Fikry : “waktu tidak pernah berjalan mundur...
hari tidak pernah terulang...
Tetapi
Pagi,,, selalu menawarkan cerita yang baru.
...
Selalu ada Harapan, Mina
...
Dalam segala hal”
Kata Fikry, sambil menatap mata Mina dengan tatapan yg dalam
dan penuh harap. Dia selalu mensupport Mina, dalam kasih dan sayang.
“Terima kasih, Fiik.
Untuk segalanya,,,kau selalu ada untukku”
Jawab Mina yg menatap Fikry dengan penuh harap dan cinta,
matanya mulai berbinar2, berlinangan air mata.
Fikry lalu menyanyikan penggalan lirik lagu kesukaan Mina.
“Kekuatan hati,
yang berpegang janji,
Genggamlah tanganku, cinta”
Fikry lalu menggengam erat tangan Mina dengan kedua
tangannya, dan meneruskan lagu itu.
“Ku tak akan pergi,
Meninggalkanmu sendiri,
Temani hatimu, cinta”
ia lalu mencium tangan Mina dengan lembut, sambil tersenyum
dan berkata
“Dont be sad, yah”
-to be continue-
No comments:
Post a Comment