- Episode 1 -
"What...?? Fikry mau nikah...??!"
seluruh pegawai Cafe Hits pagi itu tercengang dan terheran - heran setelah mendengar kabar bahwa Fikry, si manajer pelit itu akan menikah.
"Hapahh...?? sejak kapan dia deket sama cewe ...?? kok aku ga pernah liat yah"
kata Rizkan, dia sangat terkejut sekaligus iri dengan si manajer.
memang tidak ada satu pun yang tau bahwa Fikry sedang dekat dengan seseorang, atau informasi apapun tentang calon istrinya. kabar itu langsung datang begitu saja dari si Aidil.
"iya bang Rizkan, setau saya sih gitu, sepertinya minggu depan resepsi pernikahannya"
jawab Aidil, si Satpam yang selalu setia dengan Fikry
Bella : "hih, mana undangannya?"
Ainun : "iya nih, kita ga diundang yah?"
Fikry datang ke Cafe dan menyapa pegawai lainnya. Rizkan hanya menatap sinis
Bella : "Pak Fik, mana undangan buat aku?"
Ainun : "iyaa, masa kami ga diundang??"
Fikry : "iyaa sabar, masih dicetak. nanti aku bagiin ya. oia, kamu Riz, jangan ikut ya, nanti siapa yang bersih2 cafe,"
lalu langsung masuk ke ruang Pak Bastian, dan meninggalkan Rizkan yang ngedumel sendiri.
Rizkan "Siaaalll....siapa juga yang mau datang..."
katanya geram.
Fikry membicarakan tentang rencana pernikahannya dan desain gaun pengantin yang diinginkan kepada Pak Bastian (kebetulan Pak Bastian punya kenalan desaigner yang bagus).
Tidak terasa hari sudah malam.
Jam di dinding sudah menunjukan pukul 22.00.
“Ok, waktunya menutup cafe”.
ujar Rizkan OB yg rajin dan giat bekerja.
Namun tiba2 datang seorang pengunjung.
Wanita cantik mengenakan kaus dan sweater beserta jeans itu langsung masuk tanpa memperhatikan Rizkan yg sedang beres2.
“Lhooo mba,,,mbaaa, ini cafe nya sudah mau tu”
Kata2 Rizkan terhenti, saat Ainun menyentuh bibir Ezkan dengan telunjuknya.
“Sssssttt,,kamu nih!” Kata Ainun
Rizkan bingung.
“Sesuai prosedur, kalau ada pengunjung datang harus diterima,sampai dia pulang”
jelas Ainun
Rizkan : “iyaa deehh.,.”
Jawabnya sambil mengeluh.
Rizkan sudah sangat lelah hari ini. Terpaksa semua harus lembur gara2 pengunjung yg satu ini.
Bella inisiatif menghampiri si mba. Tapi, ia terkejut melihat keadaan si mba.
Ternyata cwe cantik itu sedang menangis dengan sangat sedih dan terisak2.
Bella : “pssstt...Ainun, sini!” Bisik Bella
Ainun : “apaann ??” Jawab Bella menghampiri Ainun
Bella : “si mba nya tuh, kenapa y?”
Ainun : “eh, iya yak,,,,coba tanyain gih. Kasihan”
Bella mengahampiri si mba dan duduk di samping kursinya.
Bella : “mba...mbanya..kenapa?”
Cwe : hikss...hiksss...(menangis terisak)
Bella : “mungkin ada yg bisa saya bantu??”
Cwe : .... (tidak menjawab, tetap menangis)
Sesekali si cwe menyeka air matanya dengan saputangan yg ia bawa.
Bella melirik ke arah Ainun yg berdiri di sampingnya.
Ainun pun bingung, bagaimana hrs membantu si mba.
Cwe : “Akuu...,”
Berupaya menjelaskan sambil menangis terisak2.
“Kenapa kamu kesini!?”
Semua menoleh ke arah suara itu. Ternyata di belakang Bella sudah berdiri si manager, Fikry.
Ainun : “pak, ini mba nya..”
Kata2 Ainun berhenti ketika Fikry mengangkat tangannya 
Ainun dan Bella terheran.
Melihat ada yang berkumpul, Rizkan yg lagi bersih2 datang menghampiri.
Rizkan : “wah, ada apa ini?”
Kata Rizkan antusias.
Fandy, si vlogger, ternyata ada di sudut ruangan, sambil sembunyi2 mengarahkan kamera nya meliput kejadian tsb
Fandy : “gaes, kayanya makin seru nih. Dont go anywhere, tetap stay tune terus, n jangan lupa like sama subscribe yah”
Vya masih berkutat dengan pekerjaannya, menghitung2 uang kas hari ini sebelum cafe tutup.
Lutfi tertarik dengan suasana di ruang makan pelanggan dan memutuskan untuk ikut nimbrung.
Pak Bastian lagi asik mendesain gaun pengantin yg nanti akan disewa Fikri, berhubung ruangannya kedap suara jd dy tidak sadar ada keributan di luar ruangannya.
Si cwe cantik itu lalu berdiri, menyeka air matanya, dan sesekali menyapu rambut poninya ke belakang telinga.
Rizkan merasa sangat tidak tega ketika melihat mata cwe itu yg sudah sembab karena menangis.
“Pak Fikri jahat banget, melukai hati wanita secantik ini” kata Rizkan dalam hati
Cwe : “hiikkss...kenapa harus begini fiik....kenapaaa..??”
Fikry : ......
Rizkan “tuh kn!?, pak fik hrs tanggung jawab ini” kata Ezkan dalam hati sambil mengepakan tangan, emosi
Cwe : “.....hiks, hiks...
....
Aku hancur Fiik,,,
Hancuuuurrr...
Hiikkss...”
Kata si cwe sambil menangis
Bella n Ainun dengan sigap memegang pundak si cwe, merasa iba.
Fikry : ....
....
“Udah?....itu aja?”
Katanya dengan tatapan dingin.
Rizkan : “ealah, dingin banget!, ga ada peduli2 nya!” Katanya dalam hati sambil mengepal dan memukul2 tangan, sudah tidak tahan ingin memukul Fikry.
Bella : “pak Fik, jangan gitu,,,kasian mba nya”
Ainun : “iya Pak, ngomong baik2 napa...”
Cwe : “hikss...hiikks..., aku ...
Tidak bs berkata banyak..
....”
Lalu si cwe merogoh tas sampingnya dan mengeluarkan sepucuk surat dan ditaruh di atas meja.
Cwe : “hiks...
... mungkin ini kali terakhir ak bisa melihatmu....
Hiks...
....
....dan itu tulisan terakhirku, untukmu... “
Rizkan : “lho, lhooo?? Apa ini ada kata2 terakhir?” Katanya dalam hati, Rizkan sangat antusias sekali
Fikry pun berbalik membelakangi si cwe, pandangannya tertunduk sambil mengepalkan tangannya
Fikry : “cukup!! Pergi dari sini!!
....
Kumohon,
....
....
TINGGALKAN AKU!”
Cwe : “hiikkss...hiikss..
...
Slamat tinggal..”
Lalu si cwe langsung pergi keluar cafe dan naik mobil yg sedari tadi sudah menunggu di depan cafe.
Rizkan : “kuuraannga hajaaar” kata Rizkan dalam hati.
Dy sudah mengangkat tangan ingin memukul Fikry namun ditahan oleh Bella dan Ainun.
Rizkan ada di belakang Fikry, jd dy tidak tau kalau ezkan ingin memukulnya. Kalau saja Fikry tau mungkin sudah ada pertarungan sengit di cafe.
Bella : “Rizkan! Kamu ini apa apaan sih” sambil memegangi tangan Rizkan yang ingin memukul Fikry.
Ainun : “sudah, sudah,,,kenpa kamu yg jadi emosi??”
Rizkan : “gregetan aku” kata Rizkan, yg merasa sangat geram melihat kelakuan Fikry.
Setelah mobil si cwe sudah berjalan jauh, Fikry melewati Bella, Ainun, dan Rizkan berjalan keluar cafe tanpa berkata apa2.
Bella, Ainun, dan Rizkan tidak memperdulikan hal itu.
Bella : “eh, pak Fik mau kemana itu?”
Ain : “tau tuh, ga bilang apa2. Biasanya mau kemana mana bilang”
Rizkan : “ah, ga peduli!”
Bella : “pak Fiik” panggil Bella sambil mengejar Fikry yg baru membuka pintu ingin keluar cafe
“Ini surat si mba tadi”
Fikry : “........
Buang saja!
....”
Katanya, lalu pergi keluar cafe.
Rizkan : “sini Bel...” mengambil secara paksa surat di tangan Bella. Lalu membukanya.
“Daripada dibuang, mending dibaca dulu”
Ain : “eh, jangan itu kn surat untuk...tapi penasaran sih. Hehehe”
Bella : “iya juga, mendinga kita baca aja. Lagian pak Fik jg ga mau baca malah minta dibuang”
Dan mereka pun membaca surat tersebut, diikuti oleh Lutfi yg juga penasaran dengan isi surat tsb.
Fandy : “wowww, liputan drama real yg apik, joss” lalu menghampiri kerumunan untuk melihat isi surat.
- Sementara itu, di luar cafe -
Fikry menghampiri Aidil sang Satpam.
Fikry : “Bagus, thanks ya,,,
Ini untukmu” sambil menyerahkan amplop coklat berisi uang.
Aidil : “sama2 Pak, sudah sy lakukan sesuai perintah bapak. Tapi ini ....”
Fikry : “udah terima aja, anggap ini sebagai rasa terima kasih sy...
Oh iya, satu hal lg, jangan bilang siapa2 ya tentang apa yg sy perintahkan td”
Aidil : “ok pak,tenang Pak sy akan jaga rahasia, terima kasih pak”
Fikry : “(menghela napas panjang)...
...
Ini yg terbaik untukmu” katanya dalam hati.
-to be continue-
No comments:
Post a Comment