Monday, May 14, 2018

Cafe Hits - Don't Be Sad -

- Episode 6 -




—- flashback —-



Mina : “kamu masih inget sm lagu kesukaanku?” Mina sangat senang karena Fikry ingat dengan lagu itu, ditambah lagi dinyanyikan oleh sang pemilik hati khusus untuknya.

Fikry : “ga mungkin ak lupa sayang,,,
Lagipula, ak juga suka lagu itu.
Sini makan buahnya lg,,,
Ak kupasin apelnya y”
Jawab Fikry, ia mengambil sebuah apel Fuji segar yg brrwarna kuning kemerahan dan mulai mengupasnya. Dia tau kalau Mina tidak suka kulit apel, karena sering tersedak dengan kulit apel itu.

Mina memakan potongan apel satu demi satu.
“Oia,,,kamu kok ga berangkat ke kantor sayang?”
Tanya Mina, heran. Harusnya jam segini Fikry sudah rapi dengan kemeja formal nya.
Tapi hari ini, dia datang menjenguk hanya berpakaian santai, mengenakan kaos dan celana chinos berwarna terang.

“Nnnggg...anu..
Aku...”
Fikry tidak bs menjawab. ia bingung bagaimana harus menjelaskannya. Tidak mungkin ia harus jujur dan bilang bahwa ia sudah tidak bekerja lagi di Perusahaan ayah Mina.

Fikry takut kalau ia berkata jujur kepada Mina, hal itu justru akan membuat kondisi kesehatannya bertambah buruk.

Dokter yg merawat Mina sudah mewanti-wanti kepada orang tua Mina dan juga fikry, bahwa Mina harus terus disupport, harus terus diberi dukungan.
Dokter itu juga bilang bahwa Mina tidak boleh down dan banyak beban pikiran karena hal itu justru akan berdampak buruk terhadap kondisi kesehatannya.

“Apaa....?
Kenapa kamu ga jawab?...
...”
Tanya Mina, heran. ia melihat wajahnya Fikry yang tampak kebingungan, matanya tidak berani menatap langsung Mina.

“Ada yang kamu sembunyikan ya...?”
Lanjut Mina.

“Oh,,,,ga kok,,,
Aku,,cumaa,,,”
Fikry bingung harus mencari - cari alasan lain.

cekreek tiba - tiba terdengar suara pintu terbuka. Percakapan Fikry dan Mina terhenti lalu menoleh ke arah pintu dan melihat siapa yang masuk.

Rupanya yang masuk adalah kedua orang tua Mina. Mereka masuk dengan membawa belanjaan beriisi roti dan makanan lainnya.

“Assalamu’alaikum”
Sapa mereka seraya masuk ke ruang rawat Mina.

Fikry : “ wa’alaikumussalam....
pagi om, tante”

Mina : “ayah, ibu...kok baru datang sekarang?”
Tanya Mina yang sedari tadi menunggu kedatangan kedua orang tuanya. Perutnya sudah lapar, menanti bubur ayam kampung favorit nya yang kemarin dijanjikan akan dibawa oleh mereka.
“Aku udah lapar nih..”

Meskipun bilang lapar, Mina masih saja mengunyah apel yang tadi sudah dikupas kulitnya oleh Fikry.
Fikry cuma senyam senyum saja melihat Mina yang kelaparan. Tandanya ia tidak kehilangan nafsu makan, dan itu bagus agar bisa cepat pulih.

Si Ayah datang dengan memakai kemeja biru setelan lengkap dengan jas nya. ia sudah siap untuk berangkat ke kantor dan memang berencana untuk pergi ke kantor setelah menjenguk putrinya.

Sementara si ibu mengenakan blouse lengan panjang dan jilbab yang tidak panjang berwarna coklat muda, lengkap dengan bros silver yang diberi pernak pernik.

Rencananya, mereka akan sarapan bersama dengan putrinya di sini. Setelah itu, si ayah akan langsung berangkat ke kantor dan si ibu tetap menemani putrinya di ruang rawat tersebut.

Baru saja masuk ruangan, ayah Mina sudah ingin berbalik badan, beranjak kembali pulang.
“lhoo, sudah ada Nak Fikry rupanya, ayo Bu, kita balik lagi saja”
Ajak sang ayah kepada si ibu sambil melirik ke arah putrinya yang sedang disuapi okeh Fikry.

“Iya nih,,,kita pulang lagi yuk”
Jawab manja si Ibu.

“Ayaah, ibuuu...jangan gitu ah, becanda melulu”
Sahut Mina, ia tersipu malu digoda oleh kedua orang tuanya.

Fikry menghentikan menyuapi Mina, dan menaruh kembali buah apel dan jeruk yang belum habis itu di atas meja.

Orang tua Mina pun tertawa dan kembali masuk ke dalam ruangan. Mereka memang biasa seperti itu, sering menggoda putri kesayangan mereka satu - satunya khususnya apabila tercyduk sedang bermesraan dengan Fikry.

Mereka pun kembali masuk ke ruangan, dan menaruh barang bawaan mereka di atas meja makan besar di dekat sofa berwarna coklat panjang yang memang disediakan untuk penjenguk.

Si Ibu memasukan beberapa barang bawaannya, seperti susu dan jus sari buah, ke dalam kulkas 2 pintu yang terletak di samping sofa itu. Tidak lupa, ia mengambil beberapa mangkuk beserta gelas dari tempat piring mini di sebelah kulkas dekat pojok ruangan.
Di situ juga terdapat termos listrik kecil dan beberapa sachet teh, kopi, lengkap dengan gula dan krimer nya.

Sementara si ibu menyiapkan sarapan bubur ayam dan teh jasmine hangat kesukaan suami, si ayah datang menghampiri Mina.
“Pagi putriku cantik,,,
Gimana hari ini? Sudah lebih baik?”
Tanya si ayah, seraya mengecup kening putrinya dan mengusap - usap kepala nya.

Mina : “Jauh lebih baik dari kemarin, ayah”

Ayah Mina : “alhamdulillah”
ia mengambil kursi di dekat meja makan besar itu dan menaruhnya di samping tempat tudur Mina, bersebelahan dengan Fikry, lalu duduk.

Mina : “ayah liat tuh, manajermu... sudah jam segini belum juga berangkat”
Melirik ke arah Fikry.

Ayah Mina hanya tersenyum, lalu menepuk - nepuk pundak Fikry.
“Khusus untuk hari ini tidak apa -apa terlambat.”
Jawabnya

Fikry merasa lega, karena ia terselamatkan dan tidak perlu mencari - cari alasan untuk menutupi apa yang sebenarnya terjadi.

“Yaudah, ak balik dulu ya sayang,,,
Harus siap2 ke kantor sebelum ditegur sama direkturnya”
Fikry pamitan dengan Mina dan kedua orang tuanya lalu bergegas pergi keluar ruangan.

“Ayah keluar sebentar ya”
Kata Ayah Mina, lalu beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi.

Ibu Mina : “lho, mau kemana? Ini teh nya udah siap”
Menaruh secangkir teh hangat beserta piring wadahnya di atas meja.

Ayah Mina : “mau beli ...
koran, tadi lupa”

Si Ayah pergi ke luar ruangan. Rupanya ia bergegas untuk menyusul Fikry yang sudah pergi terlebih dulu.

Ayah Mina : “Fik,,Fikry !! Tunggu sebentar Nak”
Memanggil Fikry yang berada tidak jauh dari hadapannya.

“Ya ... Om Nas? “
Ayah Mina bernama Nasrudin.
Fikry lalu menoleh. Dilihat dari gerak geriknya sepertinya Ayah Mina ingin membicarakan sesuatu.
“Ada apa om?”

Ayah Mina : “ada yang ingin saya bicarakan...kita sambil jalan saja”
Jawabnya, sambil berjalan santai menuju pintu keluar, menyusuri lorong rumah sakit yang sudah mulai ramai dengan lalu lalang perawat dan pasien.

(Ada yang ingin dibicarakan? Ada apa? raut wajah Ayah Mina seperti sedang kacau) kata Fikry dalam hati, yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Ayah Mina yang tidak biasa.

Mereka pun berjalan perlahan, sambil berbincang.
Ayah Mina : “ini sudah yang kesekian kalinya Mina harus dirawat di Rumah Sakit...
...
Mungkin sudah hampir 20kali”

Fikry pun hanya bisa terheran sekaligus sedih mendengar cerita itu.
(Sebanyak itu?? Padahal ini kali ke-6 aku menjenguknya.
aarrghhh,,,,cwo macam apa aku ini, masa aku tidak tau) kata Fikry dalam hati. ia baru tau kalau Mina rupanya sudah sering sekali keluar masuk rumah sakit sejak lama. Bahkan sebelum mereka memiliki hubungan yang dekat seperti sekarang.

Ayah Mina, Nasrudin, melanjutkan ceritanya. Suaranya sudah mulai parau, menahan rasa sedih yang tiba tiba datang.

Ayah Mina : “sudah lama Nak,,,
,,,
Penyakit yang diderita Mina itu sudah lama”

ia pun menghela nafas panjang, lalu melanjutkan ceritanya.
“....
Hanya saja,,
Dulu intensitasnya tidak seperti sekarang ini,,,,
,,,
Sekarang terlalu sering”

Beliau merunduk dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sesaat setelah itu, Fikry mendengar beliau beristighfar dengan suara yang semakin lirih astagfirullah

Mendengar hal itu, Fikry semakin sedih dan khawatir dengan kondisi Mina.
(Ada apa ini? Mengapa aku baru tau? Mengapa seolah ini dirahasiakan dariku?) kata Fikry, dalam hati.
Pertanyaan2 itu terus berkecamuk dalam hatinya.

Mereka terus berjalan, sampai akhirnya tiba di lantai dasar, di ujung lorong rumah sakit dekat Lobby.
Kemudian, datang seorang laki - laki dengan mengenakan kemeja kantoran lengkap dengan jas hitam elegan nya menghampiri mereka.

Cwo : “Pagi, Om Nas”



-to be continue-

Sunday, May 13, 2018

Cafe Hits

Don't Be Sad


- Episode 5 -




Biiippp !!.... Biiiiiippp!!!
Biiiiipp !!! ‘
Suara alarm berbunyi dengan keras dari hp Fikry. Ia pun terbangun dari sofa nya, meraih hp yg ada di atas maju, lalu mematikan alarm tersebut.

Fikry memang selalu mensetting alarm setiap harinya pukul 04.00 agar dapat bangun pagi, persiapan, work out, sarapan dan tepat waktu tiba di kantor.
Seorang manajer harus memberikan contoh yg baik bukan?

Tapi pagi ini, rupanya jam sudah menunjukan pukul 06.50 dan alarm sudah berbunyi berkali2 sejak pukul 04.00 tadi. Namun ia tetap saja tidak bangun2.

Tidak biasa Fikry bangun sesiang ini. ia memegang kepalanya
“(argh, masih terasa berat..mungkin karena kurang tidur semalam)” katanya dalam hati.

Fikry melihat ke kanan dan ke kiri. Ia tidak tidur di kamar nya, rupanya semalam ia tertidur di sofa. Kalutnya pikiran dan kenangan yg sebenarnya ingin ia lupakan telah membuatnya terjaga semalaman.

“(Sebaiknya ak tdk masuk hr ini....)”
Kata Fikry dalam hati. Dia lalu mengambil hp dan mengirim WA ke Pak Bastian.

      selamat pagi Pak,
      Sy mohon izin untuk tidak masuk hr ini. Sy ingin istirahat hr ini.
      Terima kasih

Secara tidak sengaja, dia melihat ada notifikasi muncul dari salah satu app medsos nya. Setelah dilihat, ternyata itu notifikasi terkait update status akun Mina.

“(Ohh, nanti malam ya...)”
Katanya dalam hati.

fikry berjalan ke arah beranda, melihat pemandangan pagi ini yg cerah dan awan yg sudah mulai berkumpul dari sebelah utara. Seprtinya akan turun hujan sore nanti, jika dilihat dari arah angin yg membawa awan itu

Apartemen Fikry yg terletak di lantai 10 membuatnya dapat melihat pemandangan yg luas. Tambah lagi, apartemennya menghadap timur, otomatis sinar mentari pagi selalu menghampiri.

“(Pagi yg indah...
...
Semoga ini adalah awal dari segalanya
Awal cerita yg baru...)”
Katanya dalam hati, sambil memandangi indahnya mentari pagi yg sedari tadi menerpa wajahnya dengan sinarnya yg lembut dan hangat.
Sesekali ia menghirup udara pagi yg segar, serasa beban hati dan pikirannya berkurang perlahan.

Melihat indahnya pagi itu, tak sengaja sebuah memori terlintas di pikirannya.

...

—- flashback —-


waktu tidak pernah berjalan mundur,
hari tidak pernah terulang,
Tetapi
Pagi selalu menawarkan cerita yang baru

Di pagi yg cerah itu, Fikry berjalan menelusuri lorong demi lorong yg putih ditemani aroma antiseptik khas Rumah Sakit. Tak lupa, Fikry membawa tentengan sebuah kantong plastik putih berisi buah2 segar, buah tangan khas yg selalu dibawa oleh si penjenguk.

“Suster, ruang cempaka di sebelah mana ya?”
ia menanyakan ruangan vip tempat Mina dirawat inap kepada salah seorang suster berhijab yg ditemuinya di lorong rumah sakit itu.

“Ohh, di sebelah sana mas”
Kata suster sambil mengarahkan tangannya.
“Mas nya lurus saja, mentok belok kanan”

“Ok, makasih mb Sus”
Katanya, lalu bergegas ke arah yg ditunjuk suster tadi.

Di dalam kamar Cempaka, Mina sedang duduk bersandarkan bantal putih di atas tempat tidur dengan seprai putih. Sebuah vas berisi bunga mawar putih yg masih segar terletak di atas meja tepat di samping tempat tidurnya. Di vas itu terdapat kartu putih bertuliskan:

         cepat sembuh ya :))
               -Fikry-

Wajah nya terlihat sedikit pucat dan lemas. ia menggenggam sebuah Smartphone dengan pesan WA yg masih terpampanh di layarnya, bertuliskan :
“Ak otw ya, sayang”
Pesan WA dari fikry pagi itu.

Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu.

Mina : “yaa,,masuk..”
Fikry : “pagiiii matahariku”
Sambil senyum2 layaknha pasangan kekasih yg lagi kasmaran.

Fikry lalu duduk di kursi samping tempat tidur dan menaruh barang bawaanya di atas meja.

“Gimana keadaanmu? Dah baikan?”
Tanya Fikry seraya membelai lembut rambut Mina

“Iyaa, besok atau lusa mungkin sudah boleh pulang.
Jawabnya

“Ini aku bawain buah2an, biar kamu cepat pulih”
Kata Fikry. Buah2an yg ia beli seperti jeruk sunkis, apel, dan anggur.

“Makasih yaa,,,kamu ga usah repot2 bawa buah, liat km datang aja ak udah seneng kok”
Jawabnya sambil tersenyum manis ke arah Fikry.

Fikry : “Biarin, kn kata dokter km hrs banyak makan buah untuk proses pemulihan”

Mina : “tapi...ak ga suka jeruk,,,asem” >.<
Katanya sambil cemberut manja.

Fikry : “lhooo,...ga boleh pilih2 buah. Sini ak suapin, pokoknya km harus makan buah”
Fikry mengambil pisau kecil di samping piring itu, dan memotong jeruk sunkis yg dibawanya.

Fikry : “sini, buka mulutnya....”
Mina : “aaaaa....mmmm
....
Asem ! “
Fikry : “ (tertawa),,,,iyaa namanya juga jeruk”
Jawab fikry sambil menyuapi jeruk dengan perlahan.

Sesekali pandangan Mina tertuju pada pemandangan dari luar RS. Ruang rawat nya yg terletak di lantai 5 itu membuat nya dapat melihat pemandangan sekitar, khususnya di pagi hari, ketika sinar mentari pagi masuk dan menyinari dengan hangat.

Mina : “pagi yg indah...
.... apa ak harus terus seperti ini,,
Ak ingin kembali pulih seperti dulu
....
Bebas melangkahkan kakiku, kemanapun bersamamu..”
Katanya, sambil terus memandangi suasana pagi dari balik jendela kamar rumah sakit

Fikry : “waktu tidak pernah berjalan mundur...
hari tidak pernah terulang...
Tetapi
Pagi,,, selalu menawarkan cerita yang baru.
...
Selalu ada Harapan, Mina
...
Dalam segala hal”
Kata Fikry, sambil menatap mata Mina dengan tatapan yg dalam dan penuh harap. Dia selalu mensupport Mina, dalam kasih dan sayang.

“Terima kasih, Fiik.
Untuk segalanya,,,kau selalu ada untukku”
Jawab Mina yg menatap Fikry dengan penuh harap dan cinta, matanya mulai berbinar2, berlinangan air mata.

Fikry lalu menyanyikan penggalan lirik lagu kesukaan Mina.
“Kekuatan hati,
yang berpegang janji,
Genggamlah tanganku, cinta”

Fikry lalu menggengam erat tangan Mina dengan kedua tangannya, dan meneruskan lagu itu.
“Ku tak akan pergi,
Meninggalkanmu sendiri,
Temani hatimu, cinta”

ia lalu mencium tangan Mina dengan lembut, sambil tersenyum dan berkata
“Dont be sad, yah”



-to be continue-

Cafe Hits

Don't Be Sad


- Episode 4 -



Malam semakin larut, kesunyian malam dihentakan dengan alunan jangkrik di sudut2 ruangan.

Di apartemen itu, Fikry tinggal sendiri. Ia duduk di salah satu sofa ruang tamu, lampu masih belum dimatikan.

Gelap dan sunyi nya malam kali ini tidak membuat Fikry merasa kantuk.

Meski sudah penat dan lelah, rasa kantuk dan keinginan untuk istirahat itu tak kunjung datang.
Ia malah dihampiri kekalutan dan kegundahan yang terus saja membebani hati dan pikirannya.

Sesekali ia pandangi langit yg bertabur bintang itu dan bulan yg bersinar terang, seolah berkata
“What the h*ll that you’ve done!!”

Ia melihat sebungkus rokok di lemari dekat meja. Ia pun mengambilnya.
(Sudah lama y....)
Katanya dalam hati.

Fikry sudah lama berhenti merokok. Itu semua berkat seorang wanita yg selalu ada di sampingnnya kala itu.

Ia berjalan membuka pintu balkon, lalu ditariknya sofa itu mendekat ke balkon.
Fikry pun duduk dan akhirnya menyalakan rokok itu, lalu mulai menghisapnya perlahan. Ia tak tahan lagi, kekacauan yg ada dipikarannya saat ini memaksanya untuk menghisap beberapa batang rokok, hanya untuk menangkan pikirannya yg sedang kalut

“(Maaf yah, ...
karena sudah melanggar janjiku sendiri...)”
Katanya dalam hati, sambil menghembuskan asap rokok bermerk yg dulu sangat ia gemari.

Fikry duduk santai di atas sofa itu, kepala nya terasa berat sekali.
Tak terasa satu bungkus sudah ia habiskan.
Ternyata itu belum cukup, ia mengambil satu bungkus lagi dari lemari. Dia ingat dulu ia pernah men-stock rokok dalam jumlah banyak.

Menghisap rokok dan memandangi langit cerah di malam nan sunyi itu membuatnya mengingat masa lalu.

Masa - masa indah bersama dengan “Dia”
Yang telah membuatnya berhenti merokok, meski sudah jadi perokok aktif bertahun2.
Yang telah membuatnya selalu bangun pagi, meski sudah bertahun2 malas.
Yang telah membuat hidupnya menjadi lebih berarti.


—- flashback —-


“Ssshhh....fuuuhhh...”
Fikry sedang asyik menghisap sebatang rokok di sudut teras di depan sebuah rumah megah yg kerap ia kunjungi untuk menemui sang pujaan hati.

Baru beberapa kali hisap, tiba2 saja ada yg mengambil rokok dari tangannya.

“Ternyata...kamu sembunyi2 masih hisap rokok aja”
Kata seorang Wanita yg mengambil rokok itu

Fikry pun tekejut, sang pujaan hati sudah berada di hadapannya. Ia terlihat kesal, lalu membuang puntung rokok itu.

“Mina ? ,,,
Ma..maaf Akuu...”
Kata Fikry, terbata bata. Ia tidak mengira akan terpergok seperti ini.

Mina : “katanya, kamu udah berhenti merokok....”
Sambil cemberut menatap Fikry dengan tatapan yg tajam, setajam SILET.

“Ok...ok...
Hhhhh....
Mulai hari ini, tidak...detik ini juga,
Aku berjanji padamu, aku, Fikry Permana, akan berhenti merokok “
Jelas Fikry, sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

Mina : “janji yaaa??”
Fikry : “iyaaa, janjiii”

Mina mengaitkan jari kelingkingnya dengan kelingking Fikry, tanda ikatan janji ala2 sepasang kekasih yg dimabuk asmara.

“nahh, jangan cemberut lagi doonk,,,,tuh liat, pipinya makin kaya bakpao..”
Rayu Fikry sambil menyibakan rambut poni Mina ke samping, dan mengelus2 pipinya.

“iiihh, kamu mah...”
Mina tertunduk tersipu.
Keduanya pun kembali tersenyum dan bercengkrama, canda dan tawa selalu menemani.

“Yuk, kita jalan sekarang”
Ajak Fikry yg sedari tadi sudah menggenggam erat tangan Mina, tak mau lepas kaya lem.

Hari itu memang mereka berencana untuk pergi jalan berdua, dengan mengendarai motor Fikry.
Baru beberapa langkah menuju motor, tiba2 saja Mina merasa sakit kepala.

“Duuhh....”
Mina memgang kepalanya, terasa sakit sekali. Lalu, tubuhnya terasa lemas

Fikry langsung memegang pundak Mina. Jika saja Fikry tidak cepat menahan tubuhnya, Mina pasti sudah terjatuh.

Fikry : “Mina! Kamu kenapa??”
... Minaa! “



-to be continue-


Saturday, May 5, 2018

Cafe Hits

Don't Be Sad


- Episode 3 -




Rizkan n the gang mulai mencari Fikry di setiap sudut ruangan Cafe. Di ruang makan, meja kasir, dapur, toilet, parkiran, bahkan sampai ke ruangan Pak Bastian.
Namun batang hidungnya tidak juga terlihat.

Rizkan : “duhh...kemana sih ini orang?”

Sementara itu, Aidil di parkiran sedang duduk tersenyum - senyum sendiri. Rupanya dia sedang asyik menghitung lembar demi lembar uang pecahan 50rb yg ia keluarkan dari sebuah amplop coklat.

Aidil : “50...100...200...”

Tiba2 Bella datang
Bella : “Dil, kamu liat Pak Fik kemana?”

Meyadari ada orang yang melihat itu, Aidil dengan terburu buru menyembunyikan tangannya ke belakang badannya.

Aidil : “ehh, Be..Bella...
Ada apa ya..?”
Jawabnya dengan gugup.

Bella : “lho, itu apa??
Kamu dikasih duit??”
Tanya Bella, penasaran dengan tingkah laku Aidil yg mendadak gugup dan seperti menyembunyikan sesuatu.

Aidil : “oh,,,err....ga kok...ini cuma..”
Aidil kebingungan, ia tidak tau harus berbohong seperti apa. Ia takut rahasianya akan terbongkar.

Bella : “iihhh...itu pasti bonus yaa?? Curaaangg,....
Aku yg kerja keras aja ga dikasi bonus sama Pak Bastian”

Aidil : “ehh,,,,iyaa..itu bonus
Hehehe (huh, untung saja dia ga berpikir yg aneh2)
Rahasia Aidil akhirnya tidak terbongkar berkat Bella yg selalu berpikiran positif.

Aidil : “man teman, aku duluan yaa”
Aidil menyapa Bella dan yg lainnya lalu segera naik motor dan pulang dengan kecepatan tinggi. Ia tidak mau ada yang tanya2 lagi soal uang itu.

Rizkan : “lhoo,,,tumben si Aidil Jam segini udah balik, biasanya sampe tengah malam”
Kata Rizkan yg curiga dengan tingkah laku Aidil yg tidak biasa.

Ainun : “mungkin sakit perut kali, jalan motor nya aja kencang banget tuh”
Jawab Ainun yg tidak menaruh curiga apapun terhadap Aidil.

Fandy “ow, lowbat nih...ane cabut dulu y gaes”

Rizkan : “okeh, besok pagi2 banget kita semua harus udah disini ya,,,kita harus kasi tau Pak Fiik tentang surat itu. Termasuk lo juga Fandy!”

Fandy “lha,,,,ane biasa bangun siang gan ðŸ˜­ “
Fandy memang mahasiswa yg seringa banget bangun siang, kuliah aja sering banget terlambat.

Rizkan : “mau dapet reality show buat vlogmu gaa??”
Tawaran yang sangat menggiurkan buat seorang vlogger.

Fandy : “iyaaa,,iyaa....bangunin yak, miscal gitu”
Fandy terpaksa mengiyakan, lumayan vlog dengan kisah drama yg non-settingan ini bisa untuk mendongkrak channelnya.

Ainun : “okedeh, nanti aku miscall yak”
Jawabnya sambil tersenyum manis kearah Fandy dengan gaya ala2 cosplay unyu2.

Rizkan pun cemberut melihat hal itu, dia yg setiap hari ngegombalin Ainun saja tidak dipernah digituin.
(Huuu,,,aku juga pingin Ainun) kata Rizkan dalam hati

Bella : “okee, berarti besok pagi kita smw harus siap yaa”

Rizkan : “besok pagi, ketika Pak Fik datang, kita segea bertindak. Tidak ada waktu lagi,,,,
Cuma dia yg bisa mencegah wanita itu,
sebelum terlambat”



-to be continue-

Cafe Hits

Don't Be Sad


- Episode 2 -




Surat yg seharusnya dibaca khusus untuk Fikry kini telah dibaca oleh Rizkan, Bella, dan Ainun

Fandy menyusup disela sela mereka, ingin membaca surat tsb. Sambil terus mengarahkan kamera nya, Fandy mulai membaca penggalan surat itu
—-
Duhai imam yang ku damba
Don’t you remember...
Aku,
Ya,,,
Aku
Yang selalu kau kuatkan, disaat lemahku
Yang selalu kau bangkitkan, disaat terpuruku
Yang selalu kau dukung, disaat pupus asaku
Yang pernah kau beri rasa
Cinta

Don’t you remember?
What you’ve said before...
Setiap orang memiliki,
—-
Fandy br slse bc sebagian surat lalu tak sengaja bilang “oowwhhh....so sweet....”

Rizkan yg menyadari hal itu, langsung menutup suratnya.

Rizkan : “oh no,,,isi surat ini tidak untuk dipublikasikan “
Kata Rizkan yg tau bahwa fandy sedang mengarahkan kamera nya ke surat itu.

Fandy : “lhooo bang, ak kn blm slse bacanya??”

Rizkan “ini rahasia kami. Tdk boleh diketahui publik. Hiikksss..”
Rizkan yg telah membaca keseluruhan isi surat pun mulai sedih.

Bella dan Ainun yg sudah bc pun ikut sedih

Ainun : “Pak Fiik.....hiikkss..”
Matanya mulai berbinar binar.

Bella : “hiikkss...asli..!!!
Pak Fika TEGA banget! “”
Katanya sambil memegang erat surat itu. Matanya sudah tak tahan menahan air mata.

Melihat Bella dan Ainun yg mulai menangis, Rizkan akhirnya tak tahan lagi

Rizkan : “huaaaaa....hiikkss....
Okeh!!!....hiks
Ini ga bs dibiarin......
Pak Fiik harus tau isi surat ini...”
Rizkan yang sedari tadi emosional sudah tak mampu menampung tumpahan air matanya.

Lutfi yg biasanya tegar dan gentle pun sampai sedih.

Akhirnya, Rizkan, Bella, dan Ainun pun bertekad untuk memberitau Fikry ttg isi surat itu.

Rizkan : “entah bagaimana caranya,,,,Pak Fiik hrs tau isi surat ini”
Katanya sambil menarih tangan di depan meja untuk kompakan dengan Bella dan Ainun

Bella : “iyaahhh....aku setuju...hiks”
Jawab Bella seraya mengusap air matanya dan menaruh tangannya di atas tangan Rizkan.

Ainun : “kita harus sepakat.....hikss...dan bekerja sama”
Jawabnya sambil menaruh tangannya di atas tangan Bella.

Rizkan : “Fand!...kamu juga harus ikut!”

Fandy : “lho kok saya jg kena....iya deh”
(Lumayan bs jd cerita vlog gw)
Jawabnya dan menaruh tangannya di atas tangan Ainun.

Lutfi memilih ke dapur, beres2, lalu pulang

Vya akhirnya slse menghitung kas hr ini, merapikannya, dan pulang setelah berpamitan dengan geng yg lagi kompakan itu.

Sementara itu,
Tanpa mereka sadari, Fikry sudaah tidak ada di tempat, alias pulang diam2 setelah berbincang dengan satpam tadi.



-to be continue-

Cafe Hits

Don't Be Sad


- Episode 1 -



"What...?? Fikry mau nikah...??!"
seluruh pegawai Cafe Hits pagi itu tercengang dan terheran - heran setelah mendengar kabar bahwa Fikry, si manajer pelit itu akan menikah.

"Hapahh...?? sejak kapan dia deket sama cewe ...?? kok aku ga pernah liat yah"
kata Rizkan, dia sangat terkejut sekaligus iri dengan si manajer.

memang tidak ada satu pun yang tau bahwa Fikry sedang dekat dengan seseorang, atau informasi apapun tentang calon istrinya. kabar itu langsung datang begitu saja dari si Aidil.

"iya bang Rizkan, setau saya sih gitu, sepertinya minggu depan resepsi pernikahannya"
jawab Aidil, si Satpam yang selalu setia dengan Fikry

Bella : "hih, mana undangannya?"

Ainun : "iya nih, kita ga diundang yah?"

Fikry datang ke Cafe dan menyapa pegawai lainnya. Rizkan hanya menatap sinis

Bella : "Pak Fik, mana undangan buat aku?"

Ainun : "iyaa, masa kami ga diundang??"

Fikry : "iyaa sabar, masih dicetak. nanti aku bagiin ya. oia, kamu Riz, jangan ikut ya, nanti siapa yang bersih2 cafe,"
lalu langsung masuk ke ruang Pak Bastian, dan meninggalkan Rizkan yang ngedumel sendiri.

Rizkan "Siaaalll....siapa juga yang mau datang..."
katanya geram.

Fikry membicarakan tentang rencana pernikahannya dan desain gaun pengantin yang diinginkan kepada Pak Bastian (kebetulan Pak Bastian punya kenalan desaigner yang bagus).

Tidak terasa hari sudah malam. 
Jam di dinding sudah menunjukan pukul 22.00.

“Ok, waktunya menutup cafe”.
ujar Rizkan OB yg rajin dan giat bekerja.

Namun tiba2 datang seorang pengunjung.
Wanita cantik mengenakan kaus dan sweater beserta jeans itu langsung masuk tanpa memperhatikan Rizkan yg sedang beres2.

“Lhooo mba,,,mbaaa, ini cafe nya sudah mau tu”
Kata2 Rizkan terhenti, saat Ainun menyentuh bibir Ezkan dengan telunjuknya.

“Sssssttt,,kamu nih!” Kata Ainun
Rizkan bingung.

“Sesuai prosedur, kalau ada pengunjung datang harus diterima,sampai dia pulang”
jelas Ainun

Rizkan : “iyaa deehh.,.”
Jawabnya sambil mengeluh.

Rizkan sudah sangat lelah hari ini. Terpaksa semua harus lembur gara2 pengunjung yg satu ini.
Bella inisiatif menghampiri si mba. Tapi, ia terkejut melihat keadaan si mba.
Ternyata cwe cantik itu sedang menangis dengan sangat sedih dan terisak2.

Bella : “pssstt...Ainun, sini!” Bisik Bella

Ainun : “apaann ??” Jawab Bella menghampiri Ainun

Bella : “si mba nya tuh, kenapa y?”

Ainun : “eh, iya yak,,,,coba tanyain gih. Kasihan”

Bella mengahampiri si mba dan duduk di samping kursinya.

Bella : “mba...mbanya..kenapa?”

Cwe : hikss...hiksss...(menangis terisak)

Bella : “mungkin ada yg bisa saya bantu??”

Cwe : .... (tidak menjawab, tetap menangis)
Sesekali si cwe menyeka air matanya dengan saputangan yg ia bawa.

Bella melirik ke arah Ainun yg berdiri di sampingnya.
Ainun pun bingung, bagaimana hrs membantu si mba.

Cwe : “Akuu...,”
Berupaya menjelaskan sambil menangis terisak2.

“Kenapa kamu kesini!?”
Semua menoleh ke arah suara itu. Ternyata di belakang Bella sudah berdiri si manager, Fikry.

Ainun : “pak, ini mba nya..”
Kata2 Ainun berhenti ketika Fikry mengangkat tangannya ✋

Ainun dan Bella terheran.
Melihat ada yang berkumpul, Rizkan yg lagi bersih2 datang menghampiri.

Rizkan : “wah, ada apa ini?”
Kata Rizkan antusias.

Fandy, si vlogger, ternyata ada di sudut ruangan, sambil sembunyi2 mengarahkan kamera nya meliput kejadian tsb

Fandy : “gaes, kayanya makin seru nih. Dont go anywhere, tetap stay tune terus, n jangan lupa like sama subscribe yah”

Vya masih berkutat dengan pekerjaannya, menghitung2 uang kas hari ini sebelum cafe tutup.

Lutfi tertarik dengan suasana di ruang makan pelanggan dan memutuskan untuk ikut nimbrung.

Pak Bastian lagi asik mendesain gaun pengantin yg nanti akan disewa Fikri, berhubung ruangannya kedap suara jd dy tidak sadar ada keributan di luar ruangannya.

Si cwe cantik itu lalu berdiri, menyeka air matanya, dan sesekali menyapu rambut poninya ke belakang telinga.

Rizkan merasa sangat tidak tega ketika melihat mata cwe itu yg sudah sembab karena menangis.

“Pak Fikri jahat banget, melukai hati wanita secantik ini” kata Rizkan dalam hati

Cwe : “hiikkss...kenapa harus begini fiik....kenapaaa..??”

Fikry : ......

Rizkan “tuh kn!?, pak fik hrs tanggung jawab ini” kata Ezkan dalam hati sambil mengepakan tangan, emosi

Cwe : “.....hiks, hiks...
....
Aku hancur Fiik,,,
Hancuuuurrr...
Hiikkss...”
Kata si cwe sambil menangis
Bella n Ainun dengan sigap memegang pundak si cwe, merasa iba.

Fikry : ....
....
“Udah?....itu aja?”
Katanya dengan tatapan dingin.

Rizkan : “ealah, dingin banget!, ga ada peduli2 nya!” Katanya dalam hati sambil mengepal dan memukul2 tangan, sudah tidak tahan ingin memukul Fikry.

Bella : “pak Fik, jangan gitu,,,kasian mba nya”

Ainun : “iya Pak, ngomong baik2 napa...”

Cwe : “hikss...hiikks..., aku ...
Tidak bs berkata banyak..
....”
Lalu si cwe merogoh tas sampingnya dan mengeluarkan sepucuk surat dan ditaruh di atas meja.

Cwe : “hiks...
... mungkin ini kali terakhir ak bisa melihatmu....
Hiks...
....
....dan itu tulisan terakhirku, untukmu... “

Rizkan : “lho, lhooo?? Apa ini ada kata2 terakhir?” Katanya dalam hati, Rizkan sangat antusias sekali

Fikry pun berbalik membelakangi si cwe, pandangannya tertunduk sambil mengepalkan tangannya

Fikry : “cukup!! Pergi dari sini!!
....
Kumohon,
....
....
TINGGALKAN AKU!”

Cwe : “hiikkss...hiikss..
...
Slamat tinggal..”
Lalu si cwe langsung pergi keluar cafe dan naik mobil yg sedari tadi sudah menunggu di depan cafe.

Rizkan : “kuuraannga hajaaar” kata Rizkan dalam hati.

Dy sudah mengangkat tangan ingin memukul Fikry namun ditahan oleh Bella dan Ainun.
Rizkan ada di belakang Fikry, jd dy tidak tau kalau ezkan ingin memukulnya. Kalau saja Fikry tau mungkin sudah ada pertarungan sengit di cafe.

Bella : “Rizkan! Kamu ini apa apaan sih” sambil memegangi tangan Rizkan yang ingin memukul Fikry.

Ainun : “sudah, sudah,,,kenpa kamu yg jadi emosi??”

Rizkan : “gregetan aku” kata Rizkan, yg merasa sangat geram melihat kelakuan Fikry.

Setelah mobil si cwe sudah berjalan jauh, Fikry melewati Bella, Ainun, dan Rizkan berjalan keluar cafe tanpa berkata apa2.
Bella, Ainun, dan Rizkan tidak memperdulikan hal itu.

Bella : “eh, pak Fik mau kemana itu?”

Ain : “tau tuh, ga bilang apa2. Biasanya mau kemana mana bilang”

Rizkan : “ah, ga peduli!”

Bella : “pak Fiik” panggil Bella sambil mengejar Fikry yg baru membuka pintu ingin keluar cafe
“Ini surat si mba tadi”

Fikry : “........
Buang saja!
....”
Katanya, lalu pergi keluar cafe.

Rizkan : “sini Bel...” mengambil secara paksa surat di tangan Bella. Lalu membukanya.
“Daripada dibuang, mending dibaca dulu”

Ain : “eh, jangan itu kn surat untuk...tapi penasaran sih. Hehehe”

Bella : “iya juga, mendinga kita baca aja. Lagian pak Fik jg ga mau baca malah minta dibuang”

Dan mereka pun membaca surat tersebut, diikuti oleh Lutfi yg juga penasaran dengan isi surat tsb.

Fandy : “wowww, liputan drama real yg apik, joss” lalu menghampiri kerumunan untuk melihat isi surat.

- Sementara itu, di luar cafe -
Fikry menghampiri Aidil sang Satpam.

Fikry : “Bagus, thanks ya,,,
Ini untukmu” sambil menyerahkan amplop coklat berisi uang.

Aidil : “sama2 Pak, sudah sy lakukan sesuai perintah bapak. Tapi ini ....”

Fikry : “udah terima aja, anggap ini sebagai rasa terima kasih sy...
Oh iya, satu hal lg, jangan bilang siapa2 ya tentang apa yg sy perintahkan td”

Aidil : “ok pak,tenang Pak sy akan jaga rahasia, terima kasih pak”

Fikry : “(menghela napas panjang)...
...
Ini yg terbaik untukmu” katanya dalam hati.



-to be continue-