Sunday, May 13, 2018

Cafe Hits

Don't Be Sad


- Episode 4 -



Malam semakin larut, kesunyian malam dihentakan dengan alunan jangkrik di sudut2 ruangan.

Di apartemen itu, Fikry tinggal sendiri. Ia duduk di salah satu sofa ruang tamu, lampu masih belum dimatikan.

Gelap dan sunyi nya malam kali ini tidak membuat Fikry merasa kantuk.

Meski sudah penat dan lelah, rasa kantuk dan keinginan untuk istirahat itu tak kunjung datang.
Ia malah dihampiri kekalutan dan kegundahan yang terus saja membebani hati dan pikirannya.

Sesekali ia pandangi langit yg bertabur bintang itu dan bulan yg bersinar terang, seolah berkata
“What the h*ll that you’ve done!!”

Ia melihat sebungkus rokok di lemari dekat meja. Ia pun mengambilnya.
(Sudah lama y....)
Katanya dalam hati.

Fikry sudah lama berhenti merokok. Itu semua berkat seorang wanita yg selalu ada di sampingnnya kala itu.

Ia berjalan membuka pintu balkon, lalu ditariknya sofa itu mendekat ke balkon.
Fikry pun duduk dan akhirnya menyalakan rokok itu, lalu mulai menghisapnya perlahan. Ia tak tahan lagi, kekacauan yg ada dipikarannya saat ini memaksanya untuk menghisap beberapa batang rokok, hanya untuk menangkan pikirannya yg sedang kalut

“(Maaf yah, ...
karena sudah melanggar janjiku sendiri...)”
Katanya dalam hati, sambil menghembuskan asap rokok bermerk yg dulu sangat ia gemari.

Fikry duduk santai di atas sofa itu, kepala nya terasa berat sekali.
Tak terasa satu bungkus sudah ia habiskan.
Ternyata itu belum cukup, ia mengambil satu bungkus lagi dari lemari. Dia ingat dulu ia pernah men-stock rokok dalam jumlah banyak.

Menghisap rokok dan memandangi langit cerah di malam nan sunyi itu membuatnya mengingat masa lalu.

Masa - masa indah bersama dengan “Dia”
Yang telah membuatnya berhenti merokok, meski sudah jadi perokok aktif bertahun2.
Yang telah membuatnya selalu bangun pagi, meski sudah bertahun2 malas.
Yang telah membuat hidupnya menjadi lebih berarti.


—- flashback —-


“Ssshhh....fuuuhhh...”
Fikry sedang asyik menghisap sebatang rokok di sudut teras di depan sebuah rumah megah yg kerap ia kunjungi untuk menemui sang pujaan hati.

Baru beberapa kali hisap, tiba2 saja ada yg mengambil rokok dari tangannya.

“Ternyata...kamu sembunyi2 masih hisap rokok aja”
Kata seorang Wanita yg mengambil rokok itu

Fikry pun tekejut, sang pujaan hati sudah berada di hadapannya. Ia terlihat kesal, lalu membuang puntung rokok itu.

“Mina ? ,,,
Ma..maaf Akuu...”
Kata Fikry, terbata bata. Ia tidak mengira akan terpergok seperti ini.

Mina : “katanya, kamu udah berhenti merokok....”
Sambil cemberut menatap Fikry dengan tatapan yg tajam, setajam SILET.

“Ok...ok...
Hhhhh....
Mulai hari ini, tidak...detik ini juga,
Aku berjanji padamu, aku, Fikry Permana, akan berhenti merokok “
Jelas Fikry, sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

Mina : “janji yaaa??”
Fikry : “iyaaa, janjiii”

Mina mengaitkan jari kelingkingnya dengan kelingking Fikry, tanda ikatan janji ala2 sepasang kekasih yg dimabuk asmara.

“nahh, jangan cemberut lagi doonk,,,,tuh liat, pipinya makin kaya bakpao..”
Rayu Fikry sambil menyibakan rambut poni Mina ke samping, dan mengelus2 pipinya.

“iiihh, kamu mah...”
Mina tertunduk tersipu.
Keduanya pun kembali tersenyum dan bercengkrama, canda dan tawa selalu menemani.

“Yuk, kita jalan sekarang”
Ajak Fikry yg sedari tadi sudah menggenggam erat tangan Mina, tak mau lepas kaya lem.

Hari itu memang mereka berencana untuk pergi jalan berdua, dengan mengendarai motor Fikry.
Baru beberapa langkah menuju motor, tiba2 saja Mina merasa sakit kepala.

“Duuhh....”
Mina memgang kepalanya, terasa sakit sekali. Lalu, tubuhnya terasa lemas

Fikry langsung memegang pundak Mina. Jika saja Fikry tidak cepat menahan tubuhnya, Mina pasti sudah terjatuh.

Fikry : “Mina! Kamu kenapa??”
... Minaa! “



-to be continue-


Saturday, May 5, 2018

Cafe Hits

Don't Be Sad


- Episode 3 -




Rizkan n the gang mulai mencari Fikry di setiap sudut ruangan Cafe. Di ruang makan, meja kasir, dapur, toilet, parkiran, bahkan sampai ke ruangan Pak Bastian.
Namun batang hidungnya tidak juga terlihat.

Rizkan : “duhh...kemana sih ini orang?”

Sementara itu, Aidil di parkiran sedang duduk tersenyum - senyum sendiri. Rupanya dia sedang asyik menghitung lembar demi lembar uang pecahan 50rb yg ia keluarkan dari sebuah amplop coklat.

Aidil : “50...100...200...”

Tiba2 Bella datang
Bella : “Dil, kamu liat Pak Fik kemana?”

Meyadari ada orang yang melihat itu, Aidil dengan terburu buru menyembunyikan tangannya ke belakang badannya.

Aidil : “ehh, Be..Bella...
Ada apa ya..?”
Jawabnya dengan gugup.

Bella : “lho, itu apa??
Kamu dikasih duit??”
Tanya Bella, penasaran dengan tingkah laku Aidil yg mendadak gugup dan seperti menyembunyikan sesuatu.

Aidil : “oh,,,err....ga kok...ini cuma..”
Aidil kebingungan, ia tidak tau harus berbohong seperti apa. Ia takut rahasianya akan terbongkar.

Bella : “iihhh...itu pasti bonus yaa?? Curaaangg,....
Aku yg kerja keras aja ga dikasi bonus sama Pak Bastian”

Aidil : “ehh,,,,iyaa..itu bonus
Hehehe (huh, untung saja dia ga berpikir yg aneh2)
Rahasia Aidil akhirnya tidak terbongkar berkat Bella yg selalu berpikiran positif.

Aidil : “man teman, aku duluan yaa”
Aidil menyapa Bella dan yg lainnya lalu segera naik motor dan pulang dengan kecepatan tinggi. Ia tidak mau ada yang tanya2 lagi soal uang itu.

Rizkan : “lhoo,,,tumben si Aidil Jam segini udah balik, biasanya sampe tengah malam”
Kata Rizkan yg curiga dengan tingkah laku Aidil yg tidak biasa.

Ainun : “mungkin sakit perut kali, jalan motor nya aja kencang banget tuh”
Jawab Ainun yg tidak menaruh curiga apapun terhadap Aidil.

Fandy “ow, lowbat nih...ane cabut dulu y gaes”

Rizkan : “okeh, besok pagi2 banget kita semua harus udah disini ya,,,kita harus kasi tau Pak Fiik tentang surat itu. Termasuk lo juga Fandy!”

Fandy “lha,,,,ane biasa bangun siang gan ðŸ˜­ “
Fandy memang mahasiswa yg seringa banget bangun siang, kuliah aja sering banget terlambat.

Rizkan : “mau dapet reality show buat vlogmu gaa??”
Tawaran yang sangat menggiurkan buat seorang vlogger.

Fandy : “iyaaa,,iyaa....bangunin yak, miscal gitu”
Fandy terpaksa mengiyakan, lumayan vlog dengan kisah drama yg non-settingan ini bisa untuk mendongkrak channelnya.

Ainun : “okedeh, nanti aku miscall yak”
Jawabnya sambil tersenyum manis kearah Fandy dengan gaya ala2 cosplay unyu2.

Rizkan pun cemberut melihat hal itu, dia yg setiap hari ngegombalin Ainun saja tidak dipernah digituin.
(Huuu,,,aku juga pingin Ainun) kata Rizkan dalam hati

Bella : “okee, berarti besok pagi kita smw harus siap yaa”

Rizkan : “besok pagi, ketika Pak Fik datang, kita segea bertindak. Tidak ada waktu lagi,,,,
Cuma dia yg bisa mencegah wanita itu,
sebelum terlambat”



-to be continue-

Cafe Hits

Don't Be Sad


- Episode 2 -




Surat yg seharusnya dibaca khusus untuk Fikry kini telah dibaca oleh Rizkan, Bella, dan Ainun

Fandy menyusup disela sela mereka, ingin membaca surat tsb. Sambil terus mengarahkan kamera nya, Fandy mulai membaca penggalan surat itu
—-
Duhai imam yang ku damba
Don’t you remember...
Aku,
Ya,,,
Aku
Yang selalu kau kuatkan, disaat lemahku
Yang selalu kau bangkitkan, disaat terpuruku
Yang selalu kau dukung, disaat pupus asaku
Yang pernah kau beri rasa
Cinta

Don’t you remember?
What you’ve said before...
Setiap orang memiliki,
—-
Fandy br slse bc sebagian surat lalu tak sengaja bilang “oowwhhh....so sweet....”

Rizkan yg menyadari hal itu, langsung menutup suratnya.

Rizkan : “oh no,,,isi surat ini tidak untuk dipublikasikan “
Kata Rizkan yg tau bahwa fandy sedang mengarahkan kamera nya ke surat itu.

Fandy : “lhooo bang, ak kn blm slse bacanya??”

Rizkan “ini rahasia kami. Tdk boleh diketahui publik. Hiikksss..”
Rizkan yg telah membaca keseluruhan isi surat pun mulai sedih.

Bella dan Ainun yg sudah bc pun ikut sedih

Ainun : “Pak Fiik.....hiikkss..”
Matanya mulai berbinar binar.

Bella : “hiikkss...asli..!!!
Pak Fika TEGA banget! “”
Katanya sambil memegang erat surat itu. Matanya sudah tak tahan menahan air mata.

Melihat Bella dan Ainun yg mulai menangis, Rizkan akhirnya tak tahan lagi

Rizkan : “huaaaaa....hiikkss....
Okeh!!!....hiks
Ini ga bs dibiarin......
Pak Fiik harus tau isi surat ini...”
Rizkan yang sedari tadi emosional sudah tak mampu menampung tumpahan air matanya.

Lutfi yg biasanya tegar dan gentle pun sampai sedih.

Akhirnya, Rizkan, Bella, dan Ainun pun bertekad untuk memberitau Fikry ttg isi surat itu.

Rizkan : “entah bagaimana caranya,,,,Pak Fiik hrs tau isi surat ini”
Katanya sambil menarih tangan di depan meja untuk kompakan dengan Bella dan Ainun

Bella : “iyaahhh....aku setuju...hiks”
Jawab Bella seraya mengusap air matanya dan menaruh tangannya di atas tangan Rizkan.

Ainun : “kita harus sepakat.....hikss...dan bekerja sama”
Jawabnya sambil menaruh tangannya di atas tangan Bella.

Rizkan : “Fand!...kamu juga harus ikut!”

Fandy : “lho kok saya jg kena....iya deh”
(Lumayan bs jd cerita vlog gw)
Jawabnya dan menaruh tangannya di atas tangan Ainun.

Lutfi memilih ke dapur, beres2, lalu pulang

Vya akhirnya slse menghitung kas hr ini, merapikannya, dan pulang setelah berpamitan dengan geng yg lagi kompakan itu.

Sementara itu,
Tanpa mereka sadari, Fikry sudaah tidak ada di tempat, alias pulang diam2 setelah berbincang dengan satpam tadi.



-to be continue-

Cafe Hits

Don't Be Sad


- Episode 1 -



"What...?? Fikry mau nikah...??!"
seluruh pegawai Cafe Hits pagi itu tercengang dan terheran - heran setelah mendengar kabar bahwa Fikry, si manajer pelit itu akan menikah.

"Hapahh...?? sejak kapan dia deket sama cewe ...?? kok aku ga pernah liat yah"
kata Rizkan, dia sangat terkejut sekaligus iri dengan si manajer.

memang tidak ada satu pun yang tau bahwa Fikry sedang dekat dengan seseorang, atau informasi apapun tentang calon istrinya. kabar itu langsung datang begitu saja dari si Aidil.

"iya bang Rizkan, setau saya sih gitu, sepertinya minggu depan resepsi pernikahannya"
jawab Aidil, si Satpam yang selalu setia dengan Fikry

Bella : "hih, mana undangannya?"

Ainun : "iya nih, kita ga diundang yah?"

Fikry datang ke Cafe dan menyapa pegawai lainnya. Rizkan hanya menatap sinis

Bella : "Pak Fik, mana undangan buat aku?"

Ainun : "iyaa, masa kami ga diundang??"

Fikry : "iyaa sabar, masih dicetak. nanti aku bagiin ya. oia, kamu Riz, jangan ikut ya, nanti siapa yang bersih2 cafe,"
lalu langsung masuk ke ruang Pak Bastian, dan meninggalkan Rizkan yang ngedumel sendiri.

Rizkan "Siaaalll....siapa juga yang mau datang..."
katanya geram.

Fikry membicarakan tentang rencana pernikahannya dan desain gaun pengantin yang diinginkan kepada Pak Bastian (kebetulan Pak Bastian punya kenalan desaigner yang bagus).

Tidak terasa hari sudah malam. 
Jam di dinding sudah menunjukan pukul 22.00.

“Ok, waktunya menutup cafe”.
ujar Rizkan OB yg rajin dan giat bekerja.

Namun tiba2 datang seorang pengunjung.
Wanita cantik mengenakan kaus dan sweater beserta jeans itu langsung masuk tanpa memperhatikan Rizkan yg sedang beres2.

“Lhooo mba,,,mbaaa, ini cafe nya sudah mau tu”
Kata2 Rizkan terhenti, saat Ainun menyentuh bibir Ezkan dengan telunjuknya.

“Sssssttt,,kamu nih!” Kata Ainun
Rizkan bingung.

“Sesuai prosedur, kalau ada pengunjung datang harus diterima,sampai dia pulang”
jelas Ainun

Rizkan : “iyaa deehh.,.”
Jawabnya sambil mengeluh.

Rizkan sudah sangat lelah hari ini. Terpaksa semua harus lembur gara2 pengunjung yg satu ini.
Bella inisiatif menghampiri si mba. Tapi, ia terkejut melihat keadaan si mba.
Ternyata cwe cantik itu sedang menangis dengan sangat sedih dan terisak2.

Bella : “pssstt...Ainun, sini!” Bisik Bella

Ainun : “apaann ??” Jawab Bella menghampiri Ainun

Bella : “si mba nya tuh, kenapa y?”

Ainun : “eh, iya yak,,,,coba tanyain gih. Kasihan”

Bella mengahampiri si mba dan duduk di samping kursinya.

Bella : “mba...mbanya..kenapa?”

Cwe : hikss...hiksss...(menangis terisak)

Bella : “mungkin ada yg bisa saya bantu??”

Cwe : .... (tidak menjawab, tetap menangis)
Sesekali si cwe menyeka air matanya dengan saputangan yg ia bawa.

Bella melirik ke arah Ainun yg berdiri di sampingnya.
Ainun pun bingung, bagaimana hrs membantu si mba.

Cwe : “Akuu...,”
Berupaya menjelaskan sambil menangis terisak2.

“Kenapa kamu kesini!?”
Semua menoleh ke arah suara itu. Ternyata di belakang Bella sudah berdiri si manager, Fikry.

Ainun : “pak, ini mba nya..”
Kata2 Ainun berhenti ketika Fikry mengangkat tangannya ✋

Ainun dan Bella terheran.
Melihat ada yang berkumpul, Rizkan yg lagi bersih2 datang menghampiri.

Rizkan : “wah, ada apa ini?”
Kata Rizkan antusias.

Fandy, si vlogger, ternyata ada di sudut ruangan, sambil sembunyi2 mengarahkan kamera nya meliput kejadian tsb

Fandy : “gaes, kayanya makin seru nih. Dont go anywhere, tetap stay tune terus, n jangan lupa like sama subscribe yah”

Vya masih berkutat dengan pekerjaannya, menghitung2 uang kas hari ini sebelum cafe tutup.

Lutfi tertarik dengan suasana di ruang makan pelanggan dan memutuskan untuk ikut nimbrung.

Pak Bastian lagi asik mendesain gaun pengantin yg nanti akan disewa Fikri, berhubung ruangannya kedap suara jd dy tidak sadar ada keributan di luar ruangannya.

Si cwe cantik itu lalu berdiri, menyeka air matanya, dan sesekali menyapu rambut poninya ke belakang telinga.

Rizkan merasa sangat tidak tega ketika melihat mata cwe itu yg sudah sembab karena menangis.

“Pak Fikri jahat banget, melukai hati wanita secantik ini” kata Rizkan dalam hati

Cwe : “hiikkss...kenapa harus begini fiik....kenapaaa..??”

Fikry : ......

Rizkan “tuh kn!?, pak fik hrs tanggung jawab ini” kata Ezkan dalam hati sambil mengepakan tangan, emosi

Cwe : “.....hiks, hiks...
....
Aku hancur Fiik,,,
Hancuuuurrr...
Hiikkss...”
Kata si cwe sambil menangis
Bella n Ainun dengan sigap memegang pundak si cwe, merasa iba.

Fikry : ....
....
“Udah?....itu aja?”
Katanya dengan tatapan dingin.

Rizkan : “ealah, dingin banget!, ga ada peduli2 nya!” Katanya dalam hati sambil mengepal dan memukul2 tangan, sudah tidak tahan ingin memukul Fikry.

Bella : “pak Fik, jangan gitu,,,kasian mba nya”

Ainun : “iya Pak, ngomong baik2 napa...”

Cwe : “hikss...hiikks..., aku ...
Tidak bs berkata banyak..
....”
Lalu si cwe merogoh tas sampingnya dan mengeluarkan sepucuk surat dan ditaruh di atas meja.

Cwe : “hiks...
... mungkin ini kali terakhir ak bisa melihatmu....
Hiks...
....
....dan itu tulisan terakhirku, untukmu... “

Rizkan : “lho, lhooo?? Apa ini ada kata2 terakhir?” Katanya dalam hati, Rizkan sangat antusias sekali

Fikry pun berbalik membelakangi si cwe, pandangannya tertunduk sambil mengepalkan tangannya

Fikry : “cukup!! Pergi dari sini!!
....
Kumohon,
....
....
TINGGALKAN AKU!”

Cwe : “hiikkss...hiikss..
...
Slamat tinggal..”
Lalu si cwe langsung pergi keluar cafe dan naik mobil yg sedari tadi sudah menunggu di depan cafe.

Rizkan : “kuuraannga hajaaar” kata Rizkan dalam hati.

Dy sudah mengangkat tangan ingin memukul Fikry namun ditahan oleh Bella dan Ainun.
Rizkan ada di belakang Fikry, jd dy tidak tau kalau ezkan ingin memukulnya. Kalau saja Fikry tau mungkin sudah ada pertarungan sengit di cafe.

Bella : “Rizkan! Kamu ini apa apaan sih” sambil memegangi tangan Rizkan yang ingin memukul Fikry.

Ainun : “sudah, sudah,,,kenpa kamu yg jadi emosi??”

Rizkan : “gregetan aku” kata Rizkan, yg merasa sangat geram melihat kelakuan Fikry.

Setelah mobil si cwe sudah berjalan jauh, Fikry melewati Bella, Ainun, dan Rizkan berjalan keluar cafe tanpa berkata apa2.
Bella, Ainun, dan Rizkan tidak memperdulikan hal itu.

Bella : “eh, pak Fik mau kemana itu?”

Ain : “tau tuh, ga bilang apa2. Biasanya mau kemana mana bilang”

Rizkan : “ah, ga peduli!”

Bella : “pak Fiik” panggil Bella sambil mengejar Fikry yg baru membuka pintu ingin keluar cafe
“Ini surat si mba tadi”

Fikry : “........
Buang saja!
....”
Katanya, lalu pergi keluar cafe.

Rizkan : “sini Bel...” mengambil secara paksa surat di tangan Bella. Lalu membukanya.
“Daripada dibuang, mending dibaca dulu”

Ain : “eh, jangan itu kn surat untuk...tapi penasaran sih. Hehehe”

Bella : “iya juga, mendinga kita baca aja. Lagian pak Fik jg ga mau baca malah minta dibuang”

Dan mereka pun membaca surat tersebut, diikuti oleh Lutfi yg juga penasaran dengan isi surat tsb.

Fandy : “wowww, liputan drama real yg apik, joss” lalu menghampiri kerumunan untuk melihat isi surat.

- Sementara itu, di luar cafe -
Fikry menghampiri Aidil sang Satpam.

Fikry : “Bagus, thanks ya,,,
Ini untukmu” sambil menyerahkan amplop coklat berisi uang.

Aidil : “sama2 Pak, sudah sy lakukan sesuai perintah bapak. Tapi ini ....”

Fikry : “udah terima aja, anggap ini sebagai rasa terima kasih sy...
Oh iya, satu hal lg, jangan bilang siapa2 ya tentang apa yg sy perintahkan td”

Aidil : “ok pak,tenang Pak sy akan jaga rahasia, terima kasih pak”

Fikry : “(menghela napas panjang)...
...
Ini yg terbaik untukmu” katanya dalam hati.



-to be continue-
Cafe Hits

Pelanggan Baru


- Episode 3 -



Merasa dapet pencerahan, Fandy⁩ memulai merecord video untuk daily vlog nya. Otomatis sekaligus mempromosikan Cafe Hits tentang pelayanan yang baik, makanannya yg lezat, dan sebagainya.

Ainun pun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sangat langka ini, ia bergaya dengan kostum cosplay nya, berselfie ria sekaligus ikut mempromosikan Cafe Hits bersama rekannya Bella⁩

Mereka semua tidak sadar sosok Joe‬⁩ tiba2 menghilang begitu saja. Namun mereka tidak terlalu memikirkan hal itu, karena larut dalam vlog nya ⁨Fandy.

Bella : haaaaiii


Ainun : haloooo


Fandy : tuh kapan lagi bro, nongki di cafe dengan suasana yang cozy abis,, plus ada cosplay juga


⁨Fandy⁩ berlanjut ke arah dapur, sambil terus merekam dengan kamera Iphone X yang baru dibelinya seminggu kemarin

Fandy : nah ini bro, let me introduce u to the greatest chef in this cafe, halo bang Lutfi⁩

Lutfi : haloo haloo
Melambaikan tangan sambil sibuk memasak pesanan pelanggan

Tiba2 dari pintu dapur masuk sang manager Fikry

Fikry : "ekheeemm...Sudah, sudah.
Ini rahasia cafe kami, tidak boleh dipublikasikan seenaknya"
Sambil menutup kamera dengan tangnnya, dan terus mendorong Fandy⁩ keluar dapur

Fandy : bentar aja mas,,,ini juga cuma....
Fandy⁩ tidak dapat menahan kekuatan dorongan ala ade rai dari ⁨Fikry
Dan dia pun terpaksa keluar dari cafe

Fandy : ok gaes,,,, jd itulah tadi cafe baru yg recomended buat lo semua.
Ok deh sampai jumpa di vlog gw berikutnya, Cao!!

Rizkan,⁩ Bella⁩, dan Ainun⁩
Hanya bisa melihat dengan tatapan sinis.

Rizkan : yaelah, gitu banget si Pak Fik

Bella : huh, padahal kn aku masih pingin di-shoot

Ainun : tau tuh, dia ga kena shoot makanya ngambek

Fikry : eh eh, ngapain pada liat2, ayo lanjutin kerjanya.


- End -
Cafe Hits

Pelanggan Baru


- Episode 2 -



Fandy : pelayan.. pesen makanan !! Cepeet ...!

Ainun dan bella suit dulu , dan bella pun menang..

Bella : iya.. tuan mo pesen apa ? 

#bwa buku menu

Fandy : nulis di kertas "Omelete isi daging + thai teh"..

Bella pun mau ngajak selfie dan kejadian tak terduga terjadiii

Fan : gue lapeeeer nih !!! Cepetan 

#mukul ⁨Aidil,⁩ eh mukul meja maksudnya..

Bella dengan mata berair lari kearah koki..dan tanpa ngobrol sepatah kata langsung nyerahin kertas ke Lutfi⁩

Lutfi : hmmmm .. sepertinya aku harus balikin nih kertas.. dari segi grammar dan kosa kata si pelanggan salah nulis..

Luthfi pun menghampiri Fandy

Lutfi : maaf mas kami gak nyediakan omelete tapi omelette , dan bukan thai teh tpi thay tea..!

Fandy : ahhhh apalah pokoknya cepetannn...

Lutfi : gak bisa... Tulis ulg dikertas !! Nilai kmu bapak remedial

Fikry melihat keadaan menjadi panas pun datang menghampiri..dia berhasil menenangkan Fandy⁩ dengan nego2 dijanjikan jadi subscriber youtubenya fandy..

Dan si Fandy⁩ pun merasa puas dengan masakan koki

Tiba2 entah drimana Joe‬⁩ muncul dan memberikan tausiah .

Joe : "hidup didunia hanya sementara.. jangan pernah menyakiti hati sesama 

#noleh kearah bella.. apalagi kalau dia juga manusia" dan segala sesuatu diawali dengan niat, kan bang Fandy⁩ niatnya pesen makanan ? Kenapa jadi marah2 ?

Musik sedih pun disetel rizkan.. suasana hening kaya lagi acara malam inagurasi..

Fandy : hamba minta maaf ya Allah.. telah mnyakiti hati hambamu yang lain..
#nangis bombay..

Joe : saudaraku yg dirahmati Allah, seyogyanya.. manusia kembali fitrah jka ia bertobat.



- to be continue -

Cafe Hits

Pelanggan Baru


- Episode 1 -


Ada pelanggan... Ada pelanggan.. teriak seorang pria denga suara samar2 
Saking smarnya kita kudu denger pakai mikrochip ..

Rizkan : kenapa ⁨Aidil ? Lagi keselek ?? 
#ngambilin air kobokan yg ada dihadapan

Aidil : bukaann... Ada pelanggan !

Rizkan : ooh pelanggan , cewe apa cowok ??

Aidil : cowok...!! Korea ganteng..

Bella mendegar kata ganteg langsung merapikan penampilan lalu menjulur2kan lidah dan siap menangkap tongkat yang sedang dilempar..
#emangnya apaan yak

Rizkan : kita tutuup .. klo cowo mah ogah aku...

Fikry dengan tatapan tajam menegok ke arah rizkan ..

Fikry : jangan seenaknyaaaa!!! Yang gajih kamu siapa ??

Rizkan : Pak Bastian..

Fikry : trus uangnya dapet dimana ???? #makin ngotot

Fikry hanya kemayu saat berpapasan dengan ⁨Lutfi, tapi kalau menyangkut masalah uang..

Rizkan : uangnya dari cashier

Fikry : cashieer dapet uangnya darimana ??

Rizkan : dari Allah..

Akhirnya dengan berat hati mereka menerima tamu cowok.. dan bella pun siap dengan kamera selfienya..

tamu siang itu adalah Fandy, seorang vlogger yang belum terkenal di Indonesia, apalagi di dunia.


- to be continue -

Thursday, April 26, 2018

Cafe Hits

cerita seputar kejadian - kejadian di Cafe Hits.
mulai dari yang biasa hingga yang tidak biasa.



----- Prolog -----

Tokoh :

- Bastian
Pemilik Cafe. Seorang arsitek, pintar, baik tidak bisa marah.

- Fikry
Manager Cafe. Tidak ramah sama pegawai, tegas, pelit.

- Vya
Kasir. Pendiam dan pemalu, perhitungan, lemah lembut.

- Ainun
Pramusaji. Ceria, baik hati dan tidak sombong, senang cosplay.

- Bella
Pramusaji. Jutek, sebenarnya baik klo kenal, suka nyanyi.

- Lutfi
Koki. tidak suka ikut campur, penasihat yang baik, pengayom.

- Rizkan
OB. Sangat rajin, giat bekerja, rival Fikry dalam segala hal, paling tidak bisa melihat wanita disakiti.

- Aidil
Satpam. Patuh, tidak banyak komentar, loyal

- Joe
Ustadz. baik, tidak suka marah, sopan, santun, suka memberi ceramah.

- Fandy
Vlogger. tiada hari tanpa vlog.