⁃ Episode 9 -
Pak Bas : “pagiii semuaaa,,,wah rajin2 sekali pegawai2 saya hari ini”
Tentu Pak Bas sangat senang melihat semua sudah rapi, bersih, dan siap di cafe hari ini. Seolah dalam hati berkata ‘ya Allah, terima kasih karena Engkau telah merubah mereka menjadi pegawai yang disiplin’.
All : “paagiiii....”
Semua tampak jenuh, menunggu Fikry yang tak kunjung datang. Bella dan Ainun sudah cemberut sedari tadi.
Bella : “Huh, dah rapi2 dari subuh...ampe sekarang belom datang juga...”
Pak Bas : “lhoo, kalian kenapa?? Kok kalian terlihat tidak ceria di pagi hari yang indah dan cerah ini??
Coba lihat di luar sana, Mentari pagi tiada jemu-jemunya menyapa kita hari ini lho...”
Padahal sudah jam 9 lebih, Pak Bas memang suka menggoda pegawainya agar mereka ceria kembali.
Rizkan yang mondar mandir sedari tadi sudah tampak sangat kesal.
Rizkan : “pak Bastian ini, orang lagi kesal malah berpuisi ria....lagian ini tuh dah siang Pak 😠“
Pak Bas yang baik hati hanya menanggapi respon kekesalan Rizkan dengan senyum dan tawa. Klo Bos lain mungkin dia sudah dipecat 😏.
Pak Bas : “hahaha...okeoke, saya cuma mencairkan suasana saja.
Lagian, kalian ini ngumpul disini ngapain? Keliatannya cemberut semua?”
“Bel,,coba jelasin..”
Jawab Rizkan yang masih mondar-mandir.
Bella : “gini lho Pak, kami tuh lagi nungguin Pak Fikry...biasanya kn dia pagi-pagi banget dah datang tuh,,tapi ini udah siang malah belom datang juga.”
Pak Bas : “ooohh, jadi kalian semua nungguin Fikry”
Ainun : “iyaah pak Bastian...aku tuh dah cape2 dandan cosplay gini dari subuh, terus langsung kesini beres2 cafe,,
Tapi sampe sekarang, pak Fik malah ga datang2,,,
Ini juga si Fandy, janjinya mau datang pagi2, tapi sampe sekarang ga datang jg, ditelpon jg ga diangkat2,,,,kan kesel Pak”
Ainun cemberut sejadi-jadinya.
Bella : “Rizkaaann, kamu tuh jangan mondar-mandir mulu,,, pusing ngeliatnya..”
Bella sudah kesal, dan memarahi Rizkan yang sebenarnya hal itu tidak perlu.
Rizkan lalu duduk di meja di samping Ainun dan Bella. Ia melipat tangan di dada, cemberut.
Mendengar hal itu, Pak Bas cuma bisa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tidak habis pikir melihat tingkah laku para pegawainya. Biasanya mereka musuhan sama si Manajer, Fikry, karena sifat nya yang tegas dan perfeksionis. Tapi, kali ini malah ditunggu2.
“Ya sudah,,yg penting nanti klo ada pelanggan jangan dicuekin ya.
Saya ke ruangan dulu.”
Ucap Pak Bas seraya melangkah menuju ruangannya yg berada di belakang tidak jauh dari meja kasir.
All : “iyaa paaak...”
Sahut mereka, serentak.
“Eehh,,pak!
Tunggu dulu !”
Teriak Bella yg langsung bergegas menghadang Pak Bas.
Bella : “sayah butuh penjelasan!”
Masih dengan ekspresinya yg kesal dan cemberut.
Pak Bas : “ ??? “
Pak Bas bertambah bingung dengan tingkah laku pegawainya yg satu ini. Kepolosan dan keberaniannya patut diacungi jempol.
“Ada apa Bell ??“
“Kenapa sih, Pak Bas curang sama sayah....pilih kasih !”
Ucap Bella, matanya mulai berkaca2.
“Lhooo, Apa maksudnyaa ?”
Jawab Pak Bas.
“Bapak ngasih bonus kan kemarin ke Aidil ??
Padahal sayah yg selama ini kerja keras ajah blom pernah dikasih bonus...
Tapi, Aidil yg suka tidur siang itu malah dikasih.
Ini ga adil Pak !!
Sayah mogok kerja ajah klo begini mah”
Ujaran kekecewaan Bella benar2 tertumpah. Air matanya pun tak kuasa terbendung, dan akhirnya menetes. ia tidak terima diperlakukan tidak adil seperti ini. Hi
Pak Bas : “hedeeuh...
Bell,,siapa yg ngasih bonus ??
Bapak ga ngasih bonus ke siapa pun kok.”
Pak Bastian berupaya menenangkan Bella dan menjelaskan yg sebenarnya.
Mendengar hal itu, seketika Bella berhenti menangis dan kembali ceria.
“Lho, jd bukan bonus y Pak?
Bapak ga kasih apa2 ke Aidil?”
Pak Bas : “ga, saya ga pernah kasih apa2.
Sudah kn? Saya ga curang kn?”
Bella : “hehehe...i,iyaa Pak”
Jawabnya tersipu malu, karena sudah salah menduga yg tidak baik kepada Pak Bastian.
Pak Bastian pun kembali ke ruangannya dan Bella kembali bergabung dengan teman2nya di meja yg semakin gelisah serta tidak sabaran menunggu kedatangan Fikry.
Rizkan yg sedari tadi menguping pembicaraan Bella dan Pak Bas (ga perlu nguping jg kedengaran sebenarnya) menaruh curiga, sebenarnya apa yg diterima oleh Aidil? Bella tidak mungkin berbohong. Bella dan Ainun adalah orang yg terpolos dan terlugu yg pernah ia temui.
Pertanyaan itu terus terngiang di dalam pikirannya.
‘Pasti ada something wrong with Aidil. Secara, Aidil jg kaki kanannya Fikry.’ Kata Rizkan dalam hati.
“Bell...kamu yakin Aidil nerima bonus?”
Rizkan bertanya kepada Bella yg sedang riang karena dugaannya kepada Pak Bas yg ternyata salah.
“Iyaah...
Soalnya semalam ak liat sendiri kok, Aidil lagi itung2 uang gitu dari
Amplop.
Tapi tadi kata Pak Bas itu bukan bonus.”
Jawab Bella dengan polosnya.
Rizkan : “hmmm.....kayanya dia harus diinterogasi nih..”
Semua bingung menatap Rizkan. Kecurigaan Rizkan bukan tanpa alasan, sebab selama ini Aidil adalah kaki kanan Fikry yg selalu nurut klo disuruh sesuatu (tidak seperti Rizkan yg suka protes dan malah musuhan dengan Fikry, manajernya sendiri 😂) dan setelah itu pasti Aidil diberi tips (Rizkan selalu ngintip, bisa dibilang kepo, jd tau klo Aidil suka diberi tips tambahan).
“okeh,,,,,Bel, coba kamu panggil Aidil kesini” ujar Rizkan.
“memangnya dia mau dipanggil sama kamu?” sahut Bella.
Aidili memang tidak mau nurut sama siapapun, kecuali Manajernya, Fikry dan Pak Bas.
“lho, emangnya kamu ga denger tadi?..... Pak Bas yang nyuruh manggil Aidil”
Rizkan jago dalam hal siasat. Klo tidak dibohongi seperti itu, Aidil pasti tidak mau dating. Dan Bella, karena kepolosannya langsung percaya begitu saja kepada Rizkan.
Bella : “ohh gitu,,,yaudah, tunggu bentar aku panggilin”
Tidak berapa lama kemudian, Bella pun dating bersama Aidil. Namun sesaat sebelum Aidil masuk ke ruangan Pak Bas, Rizkan langsung menghadangnya.
“Eeittss….tunggu dulu!”
“Apaan si,,,,,minggir, gua mau lewat. Dipanggil Pak Bas ni” ujar Aidil, mendorong Rizkan yang menghadang jalannya.
Tanpa basa-basi, Rizkan langsung menarik lengan Aidil, lalu membawanya ke Dapur. Rizkan tidak mau klo sampai perbincangan mereka didengar oleh para pengunjung cafe.
Aidil : “Kenapa sih??.....lu ada masalah sama gua??”
Rizkan mengacungkan jarinya, senada mengancam dengan penuh kekesalan.
“denger yah!....aku serius!....ini menyangkut nyawa seseorang!”
Tanpa sengaja, percakapan mereka didengar oleh sang koki, Lutfi yang masih saja sibuk memasak. Ia pun menoleh karena mendengar kata-kata ‘Nyawa Seseorang’. Nampaknya kali ini ada masalah serius, pikir Lutfi. Karena sudah menjadi hal lumrah jika Rizkan bersih tegang dengan Aidil, secara Rizkan memang musuhan sama Fikry. Lutfi pun menghentikan pekerjaan memasaknya sejenak, dan menghampiri mereka berdua di pojok dapur.
“Ada apaan ini??.....” Tanya Lutfi dengan sikapnya yang dingin.
Mereka menoleh sejenak kea arah Lutfi, jarang2 si Koki ini ikut campur masalah orang lain.
Rizkan lalu melanjutkan menginterogasi Aidil. Ia kemudian menarik kerah baju Aidil, seraya ingin memukulnya, dan menggertaknya.
“Kamu pasti tau sesuatu kn!.... Ayo Jelasin!!” Gertak Rizkan. Ia ingin sekali memukul Aidil, namun ditahan oleh Lutfi.
“Aidil!,,,jawab pertanyaan Rizkan…klo benar ini menyangkut nyawa seseorang, maka ini tidak main-main” sahut Lutfi, dengan tatapan matanya yang dingin. Ia sedari tadi menahan tangan Rizkan yang ingin memukul Aidil.
Aidil pun akhirnya mengalah. Karena ia pikir, ia tidak mau sampai berurusan dengan polisi jika memang benar ada jiwa yang terancam dalam masalah ini.
“i, iya,,,,gua jelasin,,,,,
Tapi,,,,ini sebatas yang gua tau aja,,,,”
--to be continue--